Berita
Persiapan PASKIBRAKA Menjelang 17 Agustus 2010
Oleh A`minKamis, 05 Agustus 2010 16:57 WIB
Persiapan PASKIBRAKA Menjelang 17 Agustus 2010
Para Paskibraka ini adalah gabungan dari beberapa sekolah menengah atas yang ada di Pangandaran,diantaranya dari SMAN 1 pangandaran,SMKN Pelayaran dan SMK Putra pangandaran yang nantinya dalam pengibaran akan di bagi menjadi beberapa formasi :
  • Kelompok 17 / pengiring (pemandu),
  • Kelompok 8 / pembawa (inti),
  • Kelompok 45 / pengawal.
Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Puasaka dengan tugas utamanya mengibarkan duplikat bendera pusaka dalam upacara peringatan Proklamai Kemerdekaan Indonesia. Anggotanya berasal dari pelajar sekolah lanjutan tingkat atas kelas 1 atau 2. Penyeleksian anggotanya biasanya dilakukan sekitar bulan april untuk persiapan pengibaran pada 17 agustus.

Sejarah Paskibra

Gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946, pada saat ibukota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta. Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1, Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya, Mayor (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa.

Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebertulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.

Ketika Ibukota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka. Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode itu, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.

Tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil presiden saat itu, Suharto, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:

  • Kelompok 17 / pengiring (pemandu),
  • Kelompok 8 / pembawa (inti),
  • Kelompok 45 / pengawal.

Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para Mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota Pasukan Khsus ABRI (sepertiRPKAD,PGT, Marinir danBrimob) juga tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di Istana Negara Jakarta.

Mulai tanggal 17 Agustus1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh ex-anggota pasukan tahun 1967

Pada tanggal5 agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada Gbernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja.

Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih "Pasukan Pengerek Bendera Pusaka". Baru pada tahun 17973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.




Komentar untuk Persiapan PASKIBRAKA Menjelang 17 Agustus 2010
AL AZZIZ
1
AL AZZIZ
Selasa, 10 Agustus 2010 23:54 WIB
Maju trus walaupun hri puasa.........dmi indonesia..........oke semangat............
agil
2
agil
Senin, 16 Agustus 2010 07:52 WIB
pangandaran ok..! lautnya mantaaap. BlogPantai Cinangka
Freddi kennedi siahaan
3
Freddi kennedi siahaan
Senin, 16 Agustus 2010 18:09 WIB
maju terus pemuda/pemudi bangsaku, jadilah pahlawan2 muda........NKRI harga mati
ada ajahh ^^
4
ada ajahh ^^
Selasa, 17 Agustus 2010 10:34 WIB
naju truz...meski puasa...itu bukan halangan untuk merayakan HUT RI
fendy simbolon
5
fendy simbolon
Selasa, 17 Agustus 2010 19:35 WIB
maju tRUs pnTNg m`nyerah walaupun MEnjalankan puASA,,,,,, semaNGT dmi NeGAra RI......... MERdekaaa................
fadhli
6
fadhli
Kamis, 19 Agustus 2010 09:04 WIB
aQ cinta indOnesia..
Natalia
7
Natalia
Minggu, 22 Agustus 2010 09:06 WIB
Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Puasaka dengan tugas utamanya mengibarkan duplikat bendera pusaka. Dalam menjalankan tugasnya dibutuhkan kerja keras dan disiplin yg tinggi. oleh debab itu, kita harus bangga untuk mereka yg telah menjalankan tugas dgn baik.

Anda dapat memberikan komentar tentang Persiapan PASKIBRAKA Menjelang 17 Agustus 2010 dengan menggunakan form dibawah ini .





 Notifikasi via email jika ada yang komentar



Adi Sumaryadi on Video
Terselip di Tayangan Liputan6 SCTV Awards
Terselip di Tayangan Liputan6 SCTV Awards
Terselip di liputan tentang SalingSapa.com yang diprakarsai oleh Muhammad Yahya Harlan, Murid SMP di Sekolah alam bandung masuk dalam nominasi Liputan6 SCTV Awards 2011.
Berita dan Informasi
2010, Nokia Masih Rajai Smartphone
Berita Teknologi Informasi
2010, Nokia Masih Rajai Smartphone
Jika Anda pikir Research In Motion (RIM) atau Apple sebagai produsen ponsel pintar tersukses di tahun 2010, Anda salah. Karena, ternyata Nokia masih menguasai pangsa pasar smartphone secara global.