
Sebagian besar orang jawa yang saya temui ternyata mempunyai kecenderungan lebih percaya diri ketimbang orang sunda. Saya waktu pertama kali berkunjung ke ITB yang dikenal sebagai Universitas Negeri Bandung versi Film Jomblo, sempat kaget karena bahasa jawa sering sekali terdengar dikampus itu, bahkan saya punya teman yang cukup dekat dan begitu pede menggunakan bahasa jawa walaupun ditempat-tempat umum. Bahkan mereka tidak sedikitpun malu ketika logat jawa mereka begitu terlihat ketika berbicara atapun berpidato. Kejadian serupapun sempat saya alami juga ketika saya mendapat sebuah project di Telkom Flexi Pusat, sempat kaget karena kantor itu hamper seperti kantor didaerah semarang dan Surabaya, penuh dengan gema-gema bahasa jawa yang lebih medok dari saya ketika saya berbicara bahasa sunda. Ini yang membuat saya sedikit kagum kepada mereka, mereka ditempat orang lain tapi masih saja bisa menjaga budaya mereka dan sedikitpun tidak terpengaruh oleh lho dan gue nya betawi.
Pemandangan kontras saya alami ketika ngobrol sunda dengan orang-orang asli bandung, apalagi yang remaja, sebagian dari mereka bahkan tidak bisa berbahasa sunda, sungguh tragis, seperti kehilangan jatidiri seorang sunda yang lahir didaerah sunda, mereka hilang nyawa sundanya. Ini saya perhatikan terjadi di Bandung, anak-anak sekarang lebih senang menggunakan aku, gue, bokap, nyokap daripada menggunakan abdi, pun biang sareng pun bapa. Namun tidak semuanya seperti itu, orang-orang sunda asli garut, tasik dan kearah ketimuran ternyata lebih kuat mempertahan budaya sundanya, bahkan saya mengenal seorang yang begitu masih luwes dalam berbahasa sunda.
Intinya begini, ketika berbicara tentu ada tempatnya dimana kita harus berbicara menggunakan bahasa inggris, Indonesia dan bahasa asli kita sendiri, saya cukup aman mengingat dua bahasa itu bisa saya gunakan walaupun dua-duanya kadang tidak begitu dalam. Semua budaya punya kelebihan dan kekurangan, yang paling menghawatirkan apabila kita sudah tidak bangga denggan kelebihan budaya kita dan membiarkan kekurangan itu tepat menganga.
Rasanya pantas saja jika bangsa Indonesia sering kali dipimpin oleh orang jawa walaupun belum sukses, hal ini menunjukan bahwa orang jawa lebih pede ketimbang orang sunda.
Minggu, 29 November 2009 18:57 WIB
tulisan anda membuat saya yang asli dari jawa bangga banget, meskipun kenyataannya bahasa jawa yang memiliki beberapa tingkatan tidak semua saya kuasai, tapi paling tidak tulisan anda bisa memotivasi orang (termasuk saya) untuk lebih menggali tentang asal usulnya ( budaya,adat istiadat, bahasa ), n' sekali lagi thanks ya bro,....
Kamis, 03 Desember 2009 07:30 WIB
@Cekly: hehehe..saya kenal orang surabaya yang mereka manteb sekali hal-hal budanyanya. dan tetap kuat mempertahankannya
@Adi: Untung saya bukan orang jogja, jadi jawanya gak harus lemes dan bagus2 amat...apa kabar nih?
Sabtu, 05 Desember 2009 14:09 WIB
Saya orang Sunda campuran flores hehehe ..ya begitulah.
...bahwa kenyataan di lapangan memang seperti itukarena sebaran orang jawa di seantero Indonesia memang sudah tidak bisa dibendung lagi ini dari level yang paling tinggi (Presiden) ampe level yang rendah (pengemis).
Satu kenyataan lain bahwa logat jawa sangat terasa kental, sekalipun pake bahasa Indonesia bahkan Inggris contoh : Hip-Hop menjadi Hib-Hob dengan logat Jawa kental.
Dari dua hal ini bisa jadi acuan mengapa Jawa sangat umum di Indonesia.Tapi lain halnya apabila kita naik angkutan umum dan menambal ban yang kita dengar adalah logat batak..terus kalo ada masalah kartu kredit biasanya logat ambon manise yg dominan...yah itu beberapa contoh saja...tapi yang saya pertanyakan pada wilayah mana tingkat kepercayaan diri ini diukur...apakah hanya dengan suara yang keras dengan logat kejawaanya yg khas atau dari sebuah sikap berani dalam membuat sesuatu yang revoluisoner misalkan. Nah disini saya hanya melihat bahwa tingkat kepercayaan diri yang Anda maksud hanya dalam ukuran "kenyamanan" saja yaitu bahwa kita bisa melihat sebaran komunitas Jawa ini sudah sangat luas..ada ikatan diantara mereka apabila bertemu dengan orang sekampung salah satunya dengan berbicara bahasa jawa itu tadi.Bahkan ada idiom kalo Indonesia itu ya Jawa. Tetapi tentu saja dalam hal yang lain Orang sunda, Batak , manado, flores dan lain-lain memiliki karakter khas masing2.. sehingga yang harus digaris bawahi analisa mendasar yang Anda lakukan mungkin kurang akurat untuk memposisikan Jawa dan Sunda hanya dalam permasalahan berbahasa menjadi ukuran tingkat percaya diri seseorang. Karena ternyata yang harus dianalisa adalah Mengapa, dan apa yang terjadi hingga Jawa sangat mendominasi di Jagat Indonesia ini. Percaya diri dan nyaman adalah 2 hal yang nyaris samar samar sejenis...jadi apakah Percaya Diri atau Nyaman...menurut saya Nyaman...bahasa sunda saya pergunakan tatkala saya bertemu teman sekampung saya di Jakarta, Surabaya, Ambon, Singapore , Malaysia, Inggris dan lain2. Karena saya akan sangat percaya diri dengan menggunakan bahasa Indonesia saja (tentunya dengan logat sunda) yang pasti akan dimengerti oleh lawan bicara saya yang orang batak itu. So...nyamankah Anda berbicara dengan bahasa daerah Anda...saya rasa Nyaman pada ruang, tempat, dan situasi yang pas.
Wasallam
Sabtu, 05 Desember 2009 14:28 WIB
Wah panjang banget...makasih... betul sekali mas jimmy...tulisan saya memang sangat dangkal untuk mengambil sebuah keputusan bahwa tingkat kepercayaan diri. Saya hanya melihat pada adik yang ternyata justru malu pake bahasa jawa dan kadang marah kalau tanya pake bahasa jawa...padahal orang jawa..hehe..cuma memang dah campur sama sunda... Sukses selalu buat mas Jimmy....nuhun
Sabtu, 05 Desember 2009 22:38 WIB
Hallo Adi..sukses juga ya..
ini kan diskusi berbagi pengalaman jadi memang berbeda pengalam berbeda cerita pula....semuanya kan positif..thanks
Adi teruslah menulis.....
Wassalam
Minggu, 03 Januari 2010 17:29 WIB
Mungkin tulisan tersebut ada benarnya, tapi alhamdulillah, saya tidak termasuk di dalamnya walaupun sy org sunda. sy berusaha untuk mempertahankan untuk tetap berbicara bhs sunda dg anak2 saya. sehingga anak2 sy semuanya terbiasa berbahasa sunda. prinsipnya bagi saya belajar sebanyak-banyaknya bahasa, apalagi bahasa sendiri
Rabu, 06 Januari 2010 21:38 WIB
Hal positifnya adalah kita harus bangga sebagai bangsa yang besar dan dibangun atas kemajemukan budaya daerah yang ada. Maka disitulah kita akan merasakan indahnya kebersamaan dalam perbedaan .....
Hidup Indonesia !
Rabu, 27 Januari 2010 08:50 WIB
Saya orang jawa yg kebetulan tinggal di Nusa Dua Bali. Di Bali, terutama dikota2nya, juga banyak sekali keluarga2 asli bali yg dlm sehari2 dirumahnya memakai bahasa indonesia. Mungkin dg berbahasa indonesia walopun dg sesama bali, terasa lebih keren.
Saya sendiri merasa bangga kalo masing2 dari kita menjaga & mempertahankan budaya warisan leluhur kita. Budaya jawa, seharusnya memang dijaga & dipertahankan oleh orang2 jawalah. Tanpa perlu merasa menjadi superior atopun inferior. Demikian juga budaya sunda, bali, batak dll.
Terus terang, saya sebagai orang jawa asli, suka sekali kalo mendengar sesama orang sunda yg lagi ngobrol pake bahasa sunda. Bahasa & nadanya terdengar indah. apalagi kalo yg ngobrol itu cewek cantik haha...
Ga ada pointnya ya. Gak apa2lah.
Jum'at, 26 Maret 2010 18:38 WIB
Pantesan orang Jawa jadi kesannya ada di mana2, soalnya di Suriname ama Johor (Malaysia) penduduk keturunan Jawanya masih mempertahankan bahasa Jawa. Ini yang kayaknya orang Sunda gak punya.
Sabtu, 27 Maret 2010 10:30 WIB
Mas Subhan,,,
Bukan masalah mempertahankan bahasa atau budaya sunda yang tidak dimiliki orang sunda,
tetapi apabila kita cermati secara mendalam, orang sunda itu mempunyai ciri khas sifat yang terbuka dan selalu bisa beradaptasi dengan lingkungan dan lembut dalam tutur kata, dan juga tidak egois, sehingga apabila kita berada dilingkungan bukan tanah sunda, sulit bagi kita membedakannya.
Tetapi apabila berada di kampung halamannya, akan sangat terasa sekali darah kesundaannya.
Seperti kita tahu kalau di daerah bandung dan kota besar jawa barat lainnya sangat banyak pendatang yang bukan asli dari sunda, jadi wajar kalau mereka tidak bisa bahasa sunda.
Ciri khas lain dari orang sunda adalah mereka sangat sulit untuk merantau ke daerah lain karena mereka sangat mencintai daerah nya, jadi wajar apabila kita jarang mendengar bahasa sunda di daerah lain, karena memang seperti itulah adanya.
Ini menurut pengalaman saya dan pandangan saya.
Terima kasih.
Sabtu, 27 Maret 2010 20:58 WIB
@kang idon dontot,
Anda benar. Sebenarnya saya cuma nekanin kalo orang Jawa itu tinggi daya survivenya, kya Yahudi atw Tionghoa. Kecuali di tempat2 yg ada budaya lbh kuat (seperti Kaledonia Baru, Papua, atau Tapal Kuda/JaTim bagian timur), baru orang Jawanya bisa melebur ke bahasa-budaya setempat.
Jum'at, 02 Juli 2010 18:58 WIB
Bner tuh apa kata kang idon,jd gk semua orang sunda sepeti yg anda katakan.. justru orang sunda itu keinginan mempertahankan budayanya sangat tinggi,beda dengan orang jawa.Toh suku sunda-jawa sama2 berada di pulau jawa kan?jd mau sunda atau suku jawa,tetep saja dua suku tsb termasuk orang jawa/penduduk jawa bukan sumatra atau lainnya..
jd saya harap anda jgn membeda bedakan bahasa yang ada di pulau jwa..Anda ingat bhineka tunggal ika?dan satu lg,bahasa sunda juga telah merasuki bahsa lain dengan kata kata mah,seperti"saya mah","kamu mah"....
di bandung kan kota besar,kemungkinan bnyk sekali pendatang yg menetap disana..
silahkan anda coba datang ke provinsi banten di kota cilegon,disana seharusnya memakai bahasa asli sana..tetpai karena bnyk'a pendatang,bahasa tsb sudah jarang digunakan penduduk asli..kemungkinan besar bandung pun seperti itu...
tapi saya suka sama komen kamu yg menyebutkan garut,tasik,msih mempertahankan budaya...
Jum'at, 02 Juli 2010 19:02 WIB
Komen itu tuk mas subhan...
"tuk mas adi sumaryadi saya suka dengan kalimat ini
tapi saya suka sama komen kamu yg menyebutkan garut,tasik,msih mempertahankan budaya.."
Sabtu, 10 Desember 2011 09:18 WIB
Pernah dalam perjalanan dinas di Kaltim kebetulan yg menyupir itu bersuku bugis, supir itu bertanya pd saya kenapa bpk duduk didepan? kenapa gak dibelakang saja?? (saya diam saja), berapa saat kemudian ada telpon masuk dari ibu saya dalam percakapan tsb saya memakai logat bahasa saya (sunda). Setelah telpon mati si supir tsb bertanya lagi, ``kenapa ya pak klo orang sunda itu cerdas2? kalem? lebih menghargai walaupun berbeda suku? tdk mau menunjukan siapa saya-siapa anda-atau siapa dia terus bisa menempatkan sikap dan cara berbahasa??sangat berbeda dg suku jawa mereka (orang jawa) menganggap sebodoh-bodohnya orang bersuku jawa tp disini mereka yg paling pintar??`` kami orang indonesia timur merasa sangat tersinggung. dari semua pertanyaan itu saya jawab ``ya memang seperti itulah`` `` bpk bisa menilainya sendiri``.
Selasa, 05 April 2011 17:55 WIB
Kalo saya memaknai omongan mas Subhan itu berlaku untuk orang Jawa berada di luar daerah asal kulturnya. Tapi dia salah juga kalo mengira bahwa orang Sunda gak bisa mertahankan bahasa/budayanya di luar Tatar Pasundan, karena saya yakin di Lampung, orang keturunan Sunda masih ngomong bhs. Sunda. Buktinya di sana nama2 desa/pekon/kampung masih cukup banyak yang Sunda, seperti Bojongloa, Cimanuk, Neglasari, dsb.
Selasa, 05 April 2011 18:06 WIB
Lama gak buka tulisan ini ternyata ramai juga... tentu tulisan ini dibuat bukan untuk sukuiesme dan merendahkan satu suku....buat intropeksi diri saja, jika kita orang sunda, banggalah kita jadi orang sunda...begitupun bila kita jawa, sangat pantas bila kita bangga...case ini memang saya ambil dari beberapa teman yang saya temui.... yang pasti sunda bagus jawa bagus...buktinya apa? ibu saya orang sunda banget dan bapa orang jawa banget...keduanya bisa rukun...saling mengisi...ada kalanya bapak ngobrol sunda dan ada kalanya mamah ngobrol jawa...dan lahirlah saya...jej jreng....syariatnya hasil kolaborasi apik jawa dan sunda...
Rabu, 11 Januari 2012 19:09 WIB
saya orang asli sunda, lahir dan besar hingga usia 28 tahun di bandung, setelah itu saya merantau ke solo, yang katanya spirit of java. sekarang saya sdh bisa bhs jawa dan berusia 40th. saya bisa hidup nyaman di tanah solo karena saya giat bekerja. Ada suatau yang saya sesalkan pada orang jawa, yaitu ketika ditanya apakah Anda muslim atau jawa ? mereka cenderung menjawab "saya jawa". Itulah kekurangan orang jawa. silahkan anda tanya pada mereka ! atau jika anda orang jawa maka tanya diri anda sendiri ! jadi orang jawa lebih suka disebut jawa daripada mengaku muslim.
- Aktual dan Umum (10)
- Animasi Flash (1)
- Artikel dan Tulisanku (21)
- Browsing dan Explore (4)
- Cerita dan Kisah (6)
- Cerita Lucu (3)
- Cerita Sehari-hari (1)
- Curhatan Hatiku (10)
- Data dan Internet Tutorial (1)
- HTML Tutorial (3)
- Islam dan Seputarnya (9)
- Java Programming (1)
- Java Script dan CSS (1)
- Linux dan Seputarnya (5)
- Networking dan Hardware (6)
- PHP Programming (11)
- Security Komputer dan Internet (2)
- Sudut Pandang (24)
- Teknologi Informasi (29)
- Tentang Database (2)
- Web Desain and Development (8)
- Windows dan Seputarnya (6)
Terselip di liputan tentang SalingSapa.com yang diprakarsai oleh Muhammad Yahya Harlan, Murid SMP di Sekolah alam bandung masuk dalam nominasi Liputan6 SCTV Awards 2011.
2010, Nokia Masih Rajai Smartphone
Jika Anda pikir Research In Motion (RIM) atau Apple sebagai produsen ponsel pintar tersukses di tahun 2010, Anda salah. Karena, ternyata Nokia masih menguasai pangsa pasar smartphone secara global.




