Curhatan Hatiku
Mapanlah Dulu, Baru Menikah Denganku
Oleh Adi SumaryadiSabtu, 19 Maret 2011 11:54 WIB | Dibaca 1.106 kali

Pengalaman dua kali gagal dalam melangkah membangun keluarga menjadikan diriku berfikir apa memang wanita seperti itu semuanya? sehingga diriku merasa takut untuk memulai kembali? tapi perasaan itu saya buang jauh-jauh dan menggangap semua itu hanya sebuah perjalanan hidup yang akan melengkapi khazanah diri ini, mungkin belum ketemu jodohnya kalau orang bijak mengingatkanku.
Mapan, kata itu masih mengganjal ditelingaku, apa sebeneranya definisinya? apa ada tolak ukurnya? mungkin pertanyaan itu bisa dijawab oleh orang yang mengataknnya..bisa jadi punya rumah sendiri, punya mobil sendiri, punya perusahaan sendiri atau mungkin mapan bisa digolongkan berdasarkan besarnya gajih yang diterima. Menebak-nebak saja.... kalimat itu akan terasa sangat menyesakan hati kembali bila diikuti dengan "emang bisa biayain hidup aku?" atau "aku mau dikasih makan batu?" ....heemmmm.
Mapan memang menjadi modal awal yang sangat baik dalam membangun sebuah keluarga namun ada hal yang kadang-kadang terlupakan adalah kriteria seorang imam yang mampu membimbing istri dalam mengarungi hidup. Banyak yang rumah tangga hancur akibat mengedepankan mapan dalam urutan kriteria seorang calon suami...ciaaa...sok bijak.. tapi setelah dipikir-pikir rasanya membangun sebuah keluarga dengan bersama-sama dari 0 rasanya menjadi kebanggaan tersendiri....
Pernah dicampakan keluarga calon akibat tidak dapat memenuhi persyaratan resepsi pernikahan menjadikan diriku sempat ngedrop dan berfikir...saya harus cari uang duluu yang banyak...baru cari calonnya..... akibatnya...uangnya tidak terkumpul-terkumpul dan calonnyapun tidak kunjung datang. Intropeksi diri? sebenarnya diriku nikah tujuannya apa sih?.....hemmmm...ya ya ya...mungkin ada yang salah dengan niat nikahku...saatnya kembali ke jalan yang lurus...ikhtiar menjadi mapan dan ikhtiar menjemput sang putri yang menjadi istri terbaik bagi diriku dan ibu terbaik bagi anak-anaku, menantu terbaik bagi orang tuaku...dan partner terbaik dalam menempuh hidup bahagia dan akhirat.... bismillah...
Baca Juga Curhatan Hatiku Lainnya:
1
AndiMinggu, 01 Mei 2011 07:13 WIB
Ikut nimbrung A` Adi .....
Menurut sayah, ga bisa di salahkan juga mereka bicara seperti itu, memang salah satu syarat bahagia di dunia adalah materi. kita tidak bisa memungkiri itu.
Tapi kalau ada laki-laki yang sudah berusaha mencari materi dan dia sedikit banyak sudah punya penghasilan, terus masih di tolak. ?!
Jujur menurut saya pribadi, dia bukan wanita yang cocok untuk dipilih, bukan tidak baik.
Ketika saya meminang Istri saya yang profesinya sa`at ini lebih menjanjikan daripada saya, dia tidak mempermasalahkan. Kenapa dia bisa seperti itu ? .... Karena Istri saya menilai proses daripada hasil.
Hanya masukan A` Kalau bisa pilihlah Istri yang menilai proses daripada hasil. InsyaAlloh Berkah.
Amin.
2
Adi SumaryadiSenin, 02 Mei 2011 05:19 WIB
Suppper kang andi...luar biasa... nuhun pisan
3
NARUTO DOWNLOAD CENTREMinggu, 22 Mei 2011 08:39 WIB
Walaupun aq belum menikah dan masih jauh dari kata menikah bahkan baru belajar pacaran yang pikirannya masih kotor alhamdulillah aq sudah bisa mengerti sedikit tentang pasangan, aq s7 sama koment yang no 1, Pasangan yang lebih bisa menerima pasangannya dengan melihat PROSES bukan Hasil, Ini pakta dan ada di sekitarKu
Anda dapat memberikan komentar tentang Mapanlah Dulu, Baru Menikah Denganku dengan menggunakan form dibawah ini .
Pilihan Kategori Artikel
- Teknologi Informasi (29)
- Sudut Pandang (25)
- Artikel dan Tulisanku (24)
- PHP Programming (11)
- Aktual dan Umum (10)
- Curhatan Hatiku (10)
- Islam dan Seputarnya (9)
- Web Desain and Development (8)
- Cerita dan Kisah (6)
- Windows dan Seputarnya (6)
- Networking dan Hardware (6)
- Linux dan Seputarnya (6)
- Browsing dan Explore (4)
- HTML Tutorial (3)
- Cerita Lucu (3)
- Tentang Database (2)
- Security Komputer dan Internet (2)
- Animasi Flash (1)
- Java Script dan CSS (1)
- Data dan Internet Tutorial (1)
- Java Programming (1)
- Cerita Sehari-hari (1)
- Novel dan Cerita Pendek (0)
Terselip di Tayangan Liputan6 SCTV Awards
Terselip di liputan tentang SalingSapa.com yang diprakarsai oleh Muhammad Yahya Harlan, Murid SMP di Sekolah alam bandung masuk dalam nominasi Liputan6 SCTV Awards 2011.
Terselip di liputan tentang SalingSapa.com yang diprakarsai oleh Muhammad Yahya Harlan, Murid SMP di Sekolah alam bandung masuk dalam nominasi Liputan6 SCTV Awards 2011.
Olahraga
Pengusaha Indonesia Minati Glasgow Rangers
Glasgow: Pengusaha Indonesia Jude Allen menjadi salah satu dari anggota konsorsium Sevco yang akan mengambil alih keuangan klub Liga Primer Skotlandia, Glasgow Rangers.Mantan ketua eksekutif Sheffield united, Charles Green, yang juga masuk ke dalam
Pengusaha Indonesia Minati Glasgow Rangers
Glasgow: Pengusaha Indonesia Jude Allen menjadi salah satu dari anggota konsorsium Sevco yang akan mengambil alih keuangan klub Liga Primer Skotlandia, Glasgow Rangers.Mantan ketua eksekutif Sheffield united, Charles Green, yang juga masuk ke dalam







