Cintaku Kandas Juga Ditengah Jalan

Minggu, 15 Maret 2009 10:21 WIB | Dibaca 5.350 kali
Cintaku Kandas Juga Ditengah Jalan

Saya pernah mendengar Pa Mario di metrotv bilang, berikanlah cinta anda sepenenuhnya kepada orang terkasih anda, maka anda akan mendapatkan cinta yang sepenuhnya. Kata-kata itu mengingatkan saya pada kisah cinta pertama saya yang kandas karena sang kekasih tidak mencitaiku sepenuhnya. Buat temen-temen yang benci pacaran silahkan jangan dilanjutkan bacanya yah karena jujur saya sudah terlanjur pacaran. Biasanya saya menulis tentang sesuatu yang bermanfaat buat teman-teman semua, namun kali ini izinkan saya untuk curhat kepada teman-teman semua.

Diawal tahun 2007 saya kenal dengan seorang wanita yang usianya lebih muda dari saya 1 tahun yang kuliah disebuah perguruan tinggi di jalan cihampelas Bandung. Singkat cerita kata anak muda sekarang kita "jadian" tepat tanggal 12 bulan desember 2008. Hal itu saya lakukan melihat keseriusan dia dalam mencintai saya, background keluarga yang baik-baik semua semakin memperkuat niatan untuk memilikinya.

Cerita cerita indah dan manis terbentang selama setahun lebih, saya sangat bahagia dibuatnya dan baru pertama saya rasakan mengingat ini adalah pertama kali saya pacaran. Beberapa minggu yang lalu saya sibuk berat persiapan sidang skripsi dan hampir males untuk sekedar telephone ke sang kekasih dan saya suka mengalihkan perhatian kalau ditanya tentang nikah (lewat chat) karena saya sedang fokus ke hal lain yang lebih penting dan juga saya keliatan sangat cuek. Setelah sidang berakhir akhirnya saya intens kembali berkomunikasi, terakhir saya ingat dia katanya sudah membaca sebuah buku tentang pernikahan yang intinya kita semua harus siap kehilangan.

Beberapa hari kemudian dia mengatakan bahwa Dia sudah ada yang siap melamar dan dia minta putus, kaget , kaget benar saya, langsung saja saya kerumahnya untuk minta kepastian, tapi ternyata katanya hanya bercanda. Minggu lalu saya pulang ke Pangandaran, saya sempat janji ke dia kapan-kapan main ke pangandaran, namun karena kalau pulang hanya sebentar jadi selalu gagal dan belum sempat dikenalkan secara langsung kepada orang tua. Saat pulang saya diskusi dengan orang tua dan berujung pada rencana hitbah kepada sidia. Saya berusaha kontak untuk mengabarkan kabar bahagia itu, namun ternyata jawabannya lurus dan lurus hingga saya ketiduran, pagi-pagi sebelum berangkat kembali ke bandung saya buka sms...kaget untuk kedua kalinya..dia minta putus lagi karena sudah ada yang siap melamar.Saya langsung komunikasi dengan orang tuanya, intinya orang tuanya minta kita baikan, saya coba lebih intens berkunjung kerumahnya yang lumayan jauh dari cihanjuang ke buahbatu timur. namun makin lama ternyata sakit hati saya semakin kuat dan menyakitkan, dan memuncak saat dia jelas-jelas pergi dengan orang lain didepan mata, yang lebih menyakitkan lagi dia pergi menggunakan baju yang saya sempat belikan untuknya. Namun, saya coba tenang karena emosi juga bukan solusi masalah.

Tepat tanggal 14 Maret 2009,dengan kondisi badan yang kurang sehat akibat masuk angin dan flu saya coba kembali datang kerumahnya dan kali ini ada orang tuanya, oh iya biasanya orangtuanya diluar kota, jadi sabtu dan minggu saja di bandung. Kembali saya menanyakan keseriusan dia untuk kesekian kalinya. Jawabannya masih sama, dia cinta sama saya dan juga cinta sama orang lain, sebetulnya yang kuharapkan ada sebuah penyesalan karena telah selingkuh. Dengan berat saya juga mengiyakan putus kepada orang tuanya dengan tetap menjaga silaturahim karena sebagai manusia biasanya saya tidak mau diduakan, sakit.

Hemmm.. kisah yang aneh.. gpp, jangan terlalu fokus dicerita diatas yah karena bukan itu fokus kita, kita ambil pelajaran dari semuaanya, oh iya pelajaran itu antara lain :

  1. Jangan mengatakan cinta kalau kita tidak siap menikah apalagi kepada orang yang siap menikah, ini bisa berujung anda ditinggalkan.
  2. Jangan cuek kalau sedang membangun hubungan
  3. Sebetulnya harusnya jangan pacaran
  4. Beri selalu kepastian kalau mau melakkukan hubungan
  5. Cari orang yang sebadan dengan teman-teman
  6. Selalu bersikap dewasa kepada semua masalah.
  7. Berterima kasihlah kepada Allah karena allah telah membukakan semuanya, saya sangat bersyukur karena hal ini terjadi sebelum saya menikah, bayangkan kalau sudah menikah akan bertambah korban yang tersakiti lagi akibat selingkuh.
  8. Tetap bersikap arif dan jangan emosi dalam menyelesaikan masalah
  9. Bersemangatlah kembali kawan, dunia masih luas, perbaiki diri dan ingat Allah sudah mempersiapkan bidadari yang lebih baik untuk kita.

hemm..temen-temen mau komentar silahkan..

 



Adi Sumaryadi
Adi Sumaryadi
Tukang Mainan Internet, Senang berwirausaha, Paling Suka main di Pantai, Paling seneng makan Seafood, Tukang Nulis Bebas Apapun, Senang Buat Website, Narasumber dan Pembicara bidang IT.




Komentar


comments powered by Disqus

Artikel Lainnya

Apakah Aku Seorang Blogger?