Pangandaran terletak hanya sekitar 60 KM dari Kota Banjar, jika ditempuh dari Bandung menggunakan Bus umum memakan waktu 6-7 Jam, lumayan lama juga. Sebelum terkena Tsunami tanggal 17 Juni 2006 lalu Pangandaran mulai kembali hidup pariwisatanya yang sebelumnya terpuruk karena dampak ketakukan masyarakat akibat tsunami di Aceh.
Pangandaran memang merupakan salahsatu andalan Jawa Barat, saya ingat tahun 1992 dulu ketika masih duduk dikelas 2 SD, Pangandaran tampak hijau dan indah, masuk 1995 keadaan mulai berubah, hingga tahun 2005 pantai Pangandaran mendapat julukan Pantai Sampah dari beberapa media. Infrastruktur umum di Pangandaran masih tergolong langka dan sedikit, Bus umum yang membuat trayek ke pangandaran pun dapat dihitung menggunakan jari dari satu tangan saja. Pesawat Terbang yang hinggap di Nusawirupun semakin lama semakin enggan, Banyak faktor penyebabnya.
Sekarang kita abaikan dulu permasalahan yang diatas, sekarang kita akan membicarakan masalah Perinternetan di Pangandaran.
Sebelum menginjak masalah internet, kita akan berjalan jalan dulu seberapa besar kepemilikan komputer orang pangandaran. Pada tahun 1996 beberapa sekolah di Pangandaran mulai mendapat suply komputer dari pemerintah SMU Pangandaran saat itu mempunyai 12 komputer, disusul MTsN Pangandaran dengan 19 komputer dan tak berbeda dengan SMPN Pangadaran. Saat itu komputer di SMU Pangandaran masih menggunakan Sistem Operasi DOS dengan aplikasi office berbasis Wordstar dan Lotus, Baru pada pertengahan 2000 sistem operasi mulai diganti, itupun inisiatif dari seorang pengajar. Saat itu yang terkenal melakukan pelatihan komputer adalah LPK Pratama Cabang dari Cijulang yang lokasinya didepan Kapolsek Pangandaran. Pesertanyapun masih dapat dihitung dengan jari. bisa temen-temen bayangkan betapa tertinggalnya teknologi komputer saat itu. Lalu Bagaimana dengan sekarang ?
Sekarang beberapa sekolah sudah memperbanyak jumlah komputernya walaupun masih hanya bisa digunakan untuk aplikasi office saja, namun ini merupakan pertanda baik pertumbuhan komputer dipangandaran.
Beberapa Bank mulai hadir di Pangandaran, anda tidak akan kesulitan menemukan ATM disana, beberapa grid antena 2,4 DB untuk wireless network pun sudah terlihat dibeberapa gedung pemerintaha, tidak tau buat apa.
Bagaimana dengan Kehidupan Internet Disana ?
Yang saya tau internet tercepat yang pernah saya rasakan di Pangandaran adalah ketika beberapa hari Pasca Bencana Tsunami itupun hanya beberapa hari saja bantuan dari Yayasan Air putih dan Im2 serta telkom. Lalu bagaimana kesehariannya ?
Anda akan kesulitan untuk mencari koneksi intenet di Pangandaran, apalagi setelah Bencana Tsunami. berikut ini beberapa lokasi yang bisa berinternet di Pangandaran tentunya menggunakan PC.
1. Telkom Kantor Pelayanan Pangandaran, kalau tidak salah ada
2 komputer Pentium III disana yang kecepatannya berbanding lurus dengan kecepatan bandwidthnya, lambat.
2. Warnet depan Pantai Indah di Jl. Kidang Pananjung, Harganya sekitar 8 - 15 ribu perjam, luar biasa.
3. SMU Pangandaran, disana ada lab komputer yang bisa digunakan intenet, hanya saja masih menggunakan dialup telkomnet Instan. Internet baru bisa digunakan bila ada 5 orang user yang akan memakai, Masya Allah.
4. Warnet depan Pasar Wisata, dulu ada sekarang kena tsunami.
5. Warnet sebelum kantor POS depan MES Bahagia sekarang masih aktif
6. Beberapa hotel menyediakan akses internet, cuma tidak efektif.
Tempat yang saat ini masih jalan adalah yang ada dikantor telkom. jika anda akan memakai anda akan langsung mengamalkan sebuah dalil yang mengatakan " Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar" karena lambatnya.
Bagaimana kemungkinan kedepan ?
Bagus tidaknya pertumbuhan internet di Pangandaran tentunya banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain :
1. Sikap Pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Ciamis yang menaungi Pangandaran seharusnya sudah saatnya melek Internet dan IT. Menurut saya, Ciamis adalah satu kabupaten yang tertinggal ITnya dari kabupaten lain di Jawa Barat. Kabupaten Ciamis tidak punya website, walaupun dulu pernah online, tapi karena sesuatu hal kini off. Perhatian Ciamis ke Pangandaran jika terus seperti ini tentunya akan menghambat pertumbuhan internet di Pangandaran.
2. Investor / Sektor Swasta.
Telkom dan beberapa ISP yang besar belum mempunyai keberanian untuk menancabkan BTS-BTS untuk backbone internet disana, tentunya masih terpengaruh tingkat pasar yang rendah.
3. Masyarakat
Masyarakat Pangandaran masih belum tau IT dan Internet, saya saja ketika pulang, ketika ditanya oleh Orang tua, masih susah menjelaskannya.
Siapapun anda yang merasa dilahirkan dan dibesarkan di Pangandaran (termasuk saya) mempunyai kewajiban untuk membangun Pangandaran apapun caranya.
Sebenarnya awalnya mau nulis tapi jadi curhat, gak apa-apa deh, Bagaimana Pendapat Anda ?
Minggu, 08 April 2007 23:42 WIB
sebenarnya yang saya ketahui tentang masalah perkembangan dunia IT di Pangandaran penyebab utamanya dari goodwill pemerintah saja untuk memajukan dunia Internet di Pangandaran. Selama ini banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya di pangandaran khususnya di bidang Internet (khususnya warnet). Banyak teman - teman yang menanyakan gimana prospek bila membuka usaha dibidang ini ( Tau serius tau gak ......) Tapi ...... Bagaimana pun juga pinter - pinter kita apalagi kita kebetulan berkecimpung di bidang ini untuk mensosialisasikan manfaat internet bagi masyarakat disana ( jangan lupa kita juga orang asli sana yang dituntut untuk memajukan kampung halaman he ..... ). Gimana kang adi Siap ????
Minggu, 08 April 2007 23:43 WIB
Asalamualaikum ww, kang, hasrat untuk memajukan Pangandaran kita bukan hanya keinginan sepintas lalu bagiku. Ia terus menguntit kemana pun kupergi, apa pun yang kulakukan. Ingin aku menjadi seorang petualang Gola gong. Aku iri pada kegigihannya membangun Banten, baik melalui tulisan maupun aksi-aksi sosialnya. Kuingin belajar nulis, Kang! Sebenarnya Pangandaran juga punya Eka KUrniawan. Buku-bukunya yang diterbitkan Gramedia tak perlu diragukan lagi. Dalam dua bukunya --pami teu lepat-- ia menuliskan Pangandaran sebagai seting Buku-buku tebal itu. tapi yang sangat menyayangkan, ia ganti Pangandaran dengan sebuah nama Fiktif: Halimunda. Kang Eka, kunaon! hatur nuhun Kang Adi
Minggu, 08 April 2007 23:44 WIB
memang ada benarnya soal internet di pangandaran tidak sejalan dengan perkembangan dunia teknologi yang semakin canggih ini tapi saya pikir memang pemerintahan ciamis kurang memerhatikan kota pariwisata yang ada di ujung selatan negara indonesia ini padahal pemerintahan ciamis pemdapatannya 50% lebih dari pariwisata didaerah pangandaran ini semoga pemerintah ciamis lebih memperhatikan lagi khususnya umumnya provinsi Jawa barat untuk mengoptimalkan lebih daerah pariwisata di pangandaran.terima kasih.
Kamis, 28 Juni 2007 15:03 WIB
..saya sangat tergerak dengan keadaan tsb. do'akan saya, semoga saya dapat memberikan sesuatu untuk kota "pangandaran" kelahiranku.
ctt:
- sy berencana membuka computer dan multimedia center
- mungkin komputer for kid, umum, dan warnet ke depannya
- dalam waktu dekat mungkin sy akan meluncurkan website informasi pangandaran dan sekitarnya
sekali lagi do'anya bro....
semoga, amien...
about me.. please visit **sensor** ://www.tangerangmaya.com
Kamis, 04 September 2008 09:21 WIB
Pangandaranku yang indah, yang asri, yang penuh dengan keanekaragaman budaya. Aku bangga menjadi anak Pangandaran. Aku ingin melihat Pangandaran menjadi Kota juga obyek wisata yang lebih maju, lebih berorientasi pada kesejahteraan warga dengan SDM yang tidak kalah saing dengan obyek wisata lain yang ada di Indonesia. Aku bangga menjadi anak Pangandaran. Majulah Pangandaranku......
- Aktual dan Umum (10)
- Animasi Flash (1)
- Artikel dan Tulisanku (21)
- Browsing dan Explore (4)
- Cerita dan Kisah (6)
- Cerita Lucu (3)
- Cerita Sehari-hari (1)
- Curhatan Hatiku (10)
- Data dan Internet Tutorial (1)
- HTML Tutorial (3)
- Islam dan Seputarnya (9)
- Java Programming (1)
- Java Script dan CSS (1)
- Linux dan Seputarnya (5)
- Networking dan Hardware (6)
- PHP Programming (11)
- Security Komputer dan Internet (2)
- Sudut Pandang (24)
- Teknologi Informasi (29)
- Tentang Database (2)
- Web Desain and Development (8)
- Windows dan Seputarnya (6)
Terselip di liputan tentang SalingSapa.com yang diprakarsai oleh Muhammad Yahya Harlan, Murid SMP di Sekolah alam bandung masuk dalam nominasi Liputan6 SCTV Awards 2011.
2010, Nokia Masih Rajai Smartphone
Jika Anda pikir Research In Motion (RIM) atau Apple sebagai produsen ponsel pintar tersukses di tahun 2010, Anda salah. Karena, ternyata Nokia masih menguasai pangsa pasar smartphone secara global.




